TEMAN, APAPUN ITU
Teman adalah bintang, itu menurutku. Walaupun dia jauh dia akan tetap menerangimu dengan sinarnya. Namun kadang teman juga hanyalah teman. Sinarnya hanyalah seperti bintang yang hanya bisa menandakan bahwa dia selalu menemanimu dikala gelap, tetapi tidak bisa menerangi jalanmu seperti matahari. Teman cenderung mendukung apapun yang kamu lakukan tapi jarang berani mengatakan bahwa apa yang kamu lakukan itu salah.Teman jenis ini akan menimbulkan perasaan sejuk di hatimu, karena memang dia seperti bintang tak bernama yang sinarnya bisu tapi menyejukkan. Bukannya teman seperti ini ingin menjerumuskanmu, tapi dia hanya takut bila ternyata dia terlalu mencampuri urusanmu, karena dia merasa dia hanyalah seorang teman…
Sebaliknya, ada juga teman yang seperti matahari. Dia begitu ingin menerangi jalan kita, karena dia merasa kita adalah temannya. Dia mencela dengan keras apabila menurutnya kita melakukan kesalahan, mengkritik apabila kita melakukan kebodohan, namun apa yang dilakukannya itu malah membuat kita gerah dan tidak ingin berhadapan langsung dengannya, menghindar dari panas kritikannya, meskipun sebenarnya kritikan itu membuat tubuh kita merasa hangat dan jalan kita menjadi lebih terang. Teman seperti ini biasanya sering kita abaikan kecuali bila mendung sedang menyelimuti kita, ataupun badai sedang menghantam kita. Saat itu kita baru merasakan bahwa kehadirannya sebetulnya sangat kita butuhkan…
Selain itu, ada juga teman yang seperti mendung. Kita merasa bahwa apabila ada dia hidup kita dipenuhi dengan kesuraman dan apabila tidak ada dia hidup kita menjadi cerah. Sebenarnya teman kita ini tidak berniat jahat kepada kita, tapi karena bentuk maupun sifatnya yang sukar untuk dia ubah, dia jadi sedikit merugikan kita. Tapi jangan lantas kalian sepelekan teman jenis ini. Karena mungkin saja dikemudian hari kalian akan begitu berterima kasih kepadanya karena hujannya membuat hidup kalian yang kering kerontang berakhir.
Lalu seperti apa ya kira-kira teman yang ideal?
Menurutku berteman dengan orang itu tidak usah dipikirkan, karena ibarat api, dibalik panasnya pasti ada sejuta manfaat yang kita butuhkan dan dibalik sejuknya air, ada sejuta kekuatan yang bisa menghancurkan. Jadi tak usah risau berteman dengan siapapun, karena teman adalah teman. Tak peduli apapun yang dia lakukan.
Yang seharusnya kita pikirkan malahan bagaimana seharusnya menjadi teman. Alangkah baiknya apabila kita menjadi teman yang berjenis seperti bintang, kita menjadi bintang yang membentuk gugusan sehingga meskipun dengan sinar yang redup,kita bisa mengarahkan teman kita yang sedang tersesat dalam samudera kehidupan. Alangkah baiknya juga apabila kita menjadi teman bertipe matahari, kita merubah diri kita menjadi matahari pagi yang sinarnya selalu dekat di hati, dan alangkah bermanfatnya apabila kita menjadi teman yang seperti mendung, kita menjadi mendung yang meninggalkan pelangi kebahagiaan setelah kita menurunkan hujan.
Intinya, tak usah risau memikirkan manfaat apa yang diberikan teman kepada kita, karena yang lebih penting untuk kita risaukan adalah manfaat apa yang telah kita berikan pada teman kita dan apakah kita telah menjadi teman yang baik. Karena memang lebih mudah menilai kesalahan orang lain daripada menilai kekurangan diri sendiri, seperti juga lebih mudah menerima keburukan orang lain daripada mengakui keburukan diri sendiri.Jadi, maafkanlah teman kita yang berbuat kesalahan, karena mungkin kesalahannya tidak sebanding dengan manfaat yang dia berikan. Sebaliknya, minta maaflah pada teman kita karena mungkin manfaat yang kita berikan pada teman kita tidak sebanding dengan kesalahan yang kita lakukan padanya. Semoga tulisan iseng ini dapat menyejukkan karena tulisan ini adalah pengantar permintaan maafku pada kalian. Mohon maaf ya bro kalo ak banyak salah ma kalian!! LOVE U ALL ;p
-181006-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar